Oleh: Dr. Emi Yasir, Lc., M.A
Pimpinan Dayah Madrasatul Quran
Hubungan ukhuwah antar sesama Muslim sangat ditekankan dalam Islam. Tidak ada manusia yang dapat hidup sendirian tanpa peran orang lain. Karena itu, setiap Muslim perlu menjaga hubungan baik dan menghindari perselisihan yang merusak tali persaudaraan.Allah Swt memerintahkan umat Islam berdamai dan menyelesaikan segala bentuk konflik dengan cara yang baik, demi menjaga keharmonisan hidup bersama.
Allah Swt berfirman: "Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara, maka damaikanlah antara kedua saudaramu (yang bertengkar) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat." (QS. Al-Hujurat: 10).
Rasulullah saw bersabda: "Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Ia tidak boleh menzalimi atau menyerahkannya kepada musuh. Barang siapa memenuhi kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. Barang siapa melepaskan kesulitan seorang Muslim, maka Allah akan melepaskan kesulitannya di hari kiamat." (HR. Bukhari dan Muslim).
Rasulullah saw menegaskan, betapa pentingnya menjaga ukhuwah dalam Islam. Setiap Muslim harus berusaha menghindari perpecahan dan saling menolong dalam kebaikan.
Menjaga Lisan Selama Ramadan
Salah satu aspek penting dalam menjaga hubungan sesama manusia adalah menjaga lisan, terutama di bulan Ramadan. Umat Islam harus menghindari kata-kata kasar, ghibah (menggunjing), dan dusta.
Rasulullah saw bersabda: "Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak membutuhkan puasanya dari makan dan minum." (HR. Bukhari).
Jadi dapat dipahami, puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga mengendalikan ucapan dan perbuatan.
Memperbanyak Membaca Al-Qur'an
Selain menjaga lisan, Ramadan momen memperbanyak membaca Al-Qur'an. Tadarus Al-Qur'an tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga mempererat ukhuwah islamiah.
Allah Swt berfirman: "Dan bacalah Al-Qur'an dengan tartil." (QS. Al-Muzzammil: 4).
Membaca Al-Qur'an dengan tartil berarti membacanya dengan perlahan, memahami maknanya, dan mengikuti hukum-hukum tajwid. Ini untuk meningkatkan pahala dan mendukung pembelajaran Al-Qur'an dalam komunitas Muslim.
Rasulullah saw bersabda: "Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya." (HR. Bukhari).
Karena itu, Ramadan waktu terbaik meningkatkan interaksi dengan Al-Qur'an, baik dengan membacanya sendiri maupun bersama-sama dalam majelis tadarus.
Jadi, Ramadan bukan semata-mata menahan lapar dan haus, tetapi juga memperbaiki diri, menjaga hubungan baik dengan sesama, dan meningkatkan ibadah. Setiap Muslim hendaknya menjadikan bulan ini sebagai ladang pahala dengan menjaga ukhuwah, menghindari perselisihan, dan memperbanyak bacaan Al-Qur'an.
Dengan demikian, Ramadan akan memberikan manfaat secara spiritual, sekaligus memperkuat hubungan sosial dalam masyarakat Muslim.
Editor: Sayed M. Husen
0 facebook:
Post a Comment